Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Pada Remaja SMAN 1 Pamarayan dalam Rangka Hari Hipertensi Se Dunia

SHARE

Penyakit Tidak Menular (PTM) saat ini merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, karena menjadi penyebab tingginya angka kesakitan, kematian serta berdampak besar terhadap biaya dan produktifitas. Selain itu, diketahui bahwa PTM merupakan komorbid yang menyebabkan tingginya angka kematian pada kasus COVID-19.

Hipertensi dikenal sebagai "silent killer" karena sering muncul tanpa gejala dan keluhan yang berarti namun dapat mengakibatkan munculnya komplikasi bahkan kematian. Hal ini disebabkan karena tidak terdeteksi sejak dini yang berdampak pada lambatnya penanganan. Oleh karena itu deteksi dini menjadi salah satu strategi penting dalam pencegahan dan penanggulangan PTM di Indonesia yang dituangkan dalam target Rencana Strategis Kementerian Kesehatan.

Gerakan deteksi dini PTM dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat capaian indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan di Kabupaten/ Kota yang ditargetkan pada tahun 2022. Pentingnya gerakan deteksi dini dalam upaya Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular (P2PTM) menjadi salah satu target Rencana Strategis yang perlu dicapai, tentu juga diiringi dengan dukungan penguatan promosi kesehatan dan tatalaksana yang standar.

Dalam rangka meningkatkan kesadaran keikutsertaan masyarakat untuk melakukan deteksi dini, maka pada peringatan Hari Hipertensi Sedunia tahun 2022 yang diperingati pada tanggal 17 Mei Puskesmas Pamarayan menyelenggarakan Gerakan Kegiatan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular pada Remaja SMA Negeri 1 Pamarayan yang bertempat di SMA Negeri 1 Pamarayan. Untuk sarana penunjangnya seperti ruangan, meja dan kursi disediakan oleh pihak sekolah  sedangkan peralatan medisnya disediakan oleh Puskesmas berupa Kit Posbindu.

Gerakan deteksi dini yang dilaksanakan meliputi pendaftaran atau registrasi, wawancara mengenai keluhan PTM, pengukuran sasaran mulai dari pengukuran berat badan dan tinggi badan, pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan darah sederhana oleh petugas kesehatan, serta identifikasi faktor resiko PTM dan konseling perilaku sehat.

Integrasi program deteksi dini  merupakan salah satu strategi pendekatan untuk memadukan dan menyelaraskan berbagai kepentingan dan kegiatan, yang dimulai dari perencanaan, penggerakan/pelaksanaan kegiatan serta monitoring dan evaluasi dalam meningkatkan tercapainya hasil pelaksanaan program kesehatan secara efektif dan efisien serta melaksanakan sosialisasi dan diseminasi informasi tentang Hipertensi melalui berbagai media cetak, elektronik, dan media tradisional serta pemasangan spanduk, umbul-umbul berisi pesan tentang Hipertensi.

Manfaat gerakan deteksi dini PTM sangat penting dilaksanakan agar dapat diketahui kondisi seseorang sejak dini, apakah dia sehat, atau sudah memiliki faktor risiko PTM atau sudah menyandang PTM. Diharapkan Peringatan Hari Hipertensi Sedunia (HHS) tahun 2022 merupakan momentum bagi kita semua untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan terjadinya Hipertensi dan PTM lainnya serta memberikan edukasi tentang pentingnya deteksi dini dan pengobatan dan pencegahan terjadinya komplikasi. Upaya tersebut memerlukan kerja sama dan koordinasi serta dukungan lintas program dan lintas sektor secara masif dan terintegrasi.