Agenda Acara

No events found
 
 

Pembentukan Desa Siaga dan MOU Dukun dan Bidan untuk Pertolongan Persalinan di Faskes

Desa Tanjung Sari Kecamatan Pabuaran mengadakan pertemuan untuk membahas setiap persalinan harus di tempat Fasilitas Kesehatan, mengundang Kepala desa, pengurus desa siaga, dukun, kader posyandu, tokoh masyarakat, tokoh agama dan bidan desa, kepala puskesmas, tim kibbla puskesmas pabuaran, Desa siaga merupakan strategi baru pembangunan kesehatan. Desa siaga lahir sebagai respon pemerintah terhadap masalah kesehatan di Indonesia yang tak kunjung selesai. Tingginya angka kematian ibu dan bayi, munculnya kembali berbagai penyakit lama seperti tuberkulosis paru, merebaknya berbagai penyakit baru yang bersifat pandemik seperti SARS, HIV/AIDS dan flu burung serta belum hilangnya penyakit endemis seperti diare dan demam berdarah.

Desa siaga merupakan salah satu bentuk reorientasi pelayanan kesehatan dari sebelumnya bersifat sentralistik dan top down menjadi lebih partisipatif dan bottom up, desa siaga merupakan desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri. Desa siaga adalah suatu konsep peran serta dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa, disertai dengan pengembangan kesiagaan dan kesiapan masyarakat untuk memelihara kesehatannya secara mandiri.

mou desa siaga 1

tujuan dibentuknya desa siaga adalah 

  1. Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya kesehatan.
  2. Meningkatnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat desa.
  3. Meningkatnya keluarga yang sadar gizi dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat.
  4. Meningkatnya kesehatan lingkungan di desa.

Prinsip pengembangan desa siaga  yaitu :

  1. Desa siaga adalah titik temu antara pelayanan kesehatan dan program kesehatan yang diselenggarakan oleh pemerintah dengan upaya masyarakat yang terorganisir.
  2. Desa siaga mengandung makna “kesiapan” dan “kesiagaan” Kesiagaan masyarakat dapat didorong dengan memberi informasi yang akurat dan cepat tentang situasi dan masalah-masalah yang mereka hadapi.
  3. Prinsip respons segera. Begitu masyarakat mengetahui adanya suatu masalah, mereka melalui desa siaga, akan melakukan langkah-langkah yang perlu dan apabila langkah tersebut tidak cukup, sistem kesehatan akan memberikan bantuan (termasuk pustu, puskesmas, Dinkes, dan RSUD).
  4. Desa siaga adalah “wadah” bagi masyarakat dan sistem pelayanan kesehatan untuk menyelenggarakan berbagai program kesehatan.

mou desa siaga 3Secara organisasi, koordinasi dan kontrol proses pengembangan desa siaga dilakukan oleh sebuah organisasi desa siaga. Organisasi desa siaga ini berada di tingkat desa/kelurahan dengan penanggung jawab umum kepala desa atau lurah. Sedangkan pengelola kegiatan harian desa siaga, bertugas melaksanakan kegiatan lapangan seperti pemetaan balita untuk penimbangan dan imunisasi, pemetaan ibu hamil, membantu tugas administrasi di poskesdes dan lain-lain.

Tujuan Umum MOU dengan Dukun 

Meningkatnya akses Ibu dan bayi terhadap pelayanan kebidananberkualitas

Tujuan Khususnya ialah

  1. Meningkatkan rujukan persalinan, pelayanan antenatal, nifas danbayi oleh dukun ke tenaga kesehatan yang kompeten
  2. Meningkatkan alih peran dukun dari penolong persalinan menjadimitra Bidan dalam merawat Ibu Nifas dan Bayinya
  3. Meningkatkan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memilikikompetensi kebidanan

 

mou desa siaga 2

 


Plt Kepala Dinkes Kab.Serang

        FOTO SEKDIS

virus covid19

 

Hasil gambar untuk hkn 2019

 

Link Terkait

 
 
loader

Peta