Agenda Acara

No events found
 
 

SOSIALISASI PENYAKIT HEPATITIS BERHUBUNGAN DENGAN MAKANAN JAJANAN SISWA SEKOLAH DASAR

hepatitis

Sesungguhnya, setiap orang dapat terinfeksi kuman penyakit di mana dan kapan saja, termasuk di lingkungan kerja bagi orang dewasa atau pun sekolah bagi anak-anak. Sekolah merupakan tempat berkumpulnya ratusan murid. Sehingga, jika salah satu murid sakit, dapat berpontensi menularkan penyakit kepada teman-temannya.

Salah satu cara menjaga diri dari penularan penyakit dengan menjaga kebersihan, baik kebersihan diri, maupun kebersihan lingkungan. Dimulai dari hal kecil seperti mencuci tangan saat hendak makan atau minum, tentunya juga dengan makanan dan minuman yang bersih dan sehat. Kemudian, dilengkapi dengan olahraga secara rutin.
Pada tanggal 13 November 2017 Dinas kesehatan melakukan kunjungan ke Sekolah dasar yang berada Kecamatan Cikande dalam kunjungan ini dinas kesehatan memberikan sosialisasi Mengenai Hepatitis yang bisa di sebabakan oleh makanan dan minuman yang ada dalam lingkungan sekolah. Dalam kegiatan kunjungan sosialisasi ini Dinas Kesehatan Melalui Seksi P2PL menerangkan kepada murid-murid Sekolah Dasar. Selain pola hidup sehat yang dijalani, upaya penting dalam mencegah penyakit menular adalah dengan imunisasi. Penularan penyakit di sekolah dapat melalui udara maupun makanan atau minuman. Penyakit yang menulr melalui udara misalnya influenza, campak, cacar air, difetri, dan tuberculosis. Ada juga penyakit yang menular melalui makanan atau minuman tercemar, seperti hepatitis A, demam tifoid, disentri, dan sebagainya.

hepatitis2Untuk penyakit yang menular melalui udara, siswa yang sedang sakit harus diliburkan sampai tidak berpotensi menularkan penyakit pada orang lain. Dokter biasanya akan memberi surat istirahat sampai siswa yang sakit tersebut tidak menularkan penyakit kepada teman-temannya. Tentu, yang berpotensi menularkan adalah siswa sakit yang belum berobat ke dokter dan tetap datang ke sekolah.
Biasanya, ketika guru mengetahui siswa sakit, jika ada dokter sekolah, guru akan menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sekolah. Atau jika tidak ada dokter, biasanay guru akan menghubungi orang tua dan menyarankan siswa untuk beristirahat di rumah hingga sembuh.
Penyakit-penyakit menular yang telah disebutkan di atas, juga dapat dicegah dengan melakukan imunisasi pada anak. Risiko tertular penyakit akan lebih rendah ketika siswa telah menjalankan imunisasi yang dianjurkan. Seperti yang baru dilakukan SDN Cikande kabupaten Serang siswanya diberi imunisasi anti difetri.
Salah satu penyebab utama penularan penyakit di sekolah adalah melalui jajanan yang tercemar. camilan anak memiliki kontribusi untuk mencukupi kebutuhan energi 24 persen, protein 19 persen, lemak 29 persen, karbohidrat 25 persen, dan kebutuhan mineral lainnya. Mirisnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) justru menemukan, hampir sebagian besar jajanan anak justru tidak sehat atau sekitar 44 persennya memiliki zat adiktif.
Kepedulian orang tua terhadap pencegahan penyakit di sekolah dan juga terhadap asupan makanan anak sangat penting. Sehingga akan tumbuh kerja sama yang baik antara orang tua murid, murid, guru, serta dokter kesehatan di sekolah, yang kemudian dapat meningkatkan taraf kesehatan siswa di sekolah.


Plt Kepala Dinkes Kab.Serang

        FOTO SEKDIS

virus covid19

 

Hasil gambar untuk hkn 2019

 

Link Terkait

 
 
loader

Peta