Agenda Acara

No events found
 
 

Kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Limbah Di Puskesmas

Sosialisasi Pengelolaan LimbahDinas Kesehatan Kabupaten Serang Mengadakan Kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Limbah Bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Serang.
Kegiatan ini diikutu oleh 31 Puskesmas. Kegiatan di Buka Oleh Kepala Seksi Kesling Dalam sambutannya, Kabupaten Serang tergolong kabupaten besar dengan prasarana dan sarana pelayanan kesehatan memadai. Namun kabupaten Serang juga menyimpan potensi kegiatan yang menghasilkan pemcemaran lingkungan khususnya limbah medis dan bahan berbahaya beracun (B3) lainnya. Karena sifat, konsentrasi dan jumlahnya, terlebih masih kurang dikelola dengan baik dan benar, tidak saja dapat mencemari dan merusak lingkungan tapi juga mengancam kesehatan dan keseimbangan ekosistem.
Kegiatan industri, rumah sakit, laboratorium, balai pengobatan dan sarana pelayanan kesehatan lainnya, tidak saja memberikan dampak positif tapi juga menghasilkan limbah. Jika tidak dikelola dengan baik, akan menimbulkan masalah.

Pemerintah kabupaten Serang Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, akan tetap konsisten menangani limbah medis dan limbah B3, antara lain melakukan sosialisasi dan memberi sanksi bagi yang melanggar. “Ini untuk melindungi masyarakat dari kelalaian dan ketidakmampuan. Bayangkan dan apa yang akan terjadi jika jarum suntik, benda-benda medis bekas operasi, potongan organ dibuang di tempat sampah, ditemukan pemulung di tempat sampah”.

Sosialisasi Pengelolaan Limbah 1
Secara faktual dikatakannya, limbah medis dan B3 merupakan konsekuensi peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan, maka penanganannya pun harus dalam kerangka memelihara derajat kesehatan masyarakat pula. “Itupun harus dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan perundang-undangan. Regulasi dimaksudkan sebagai pengawasan sekaligus kontrol jangan sampai digunakan orang yang tidak berkompeten.
Penanganan limbah medis dan B3, harus terus diupayakan khususnya terkait penyimpanan, pengumpulan, pemanfaatan, pengolahan, penimbunan atau pemusnahan, agar limbah ini benar-benar aman bagi siapapun. Untuk itu diperlukan pemahaman dan kesadaran seluruh Stakeholder khususnya pelaku industri dan instalasi layanan kesehatan sebagai wujud tanggung jawab memelihara lingkungan.
Untuk itu, setiap perusahaan atau industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun, wajib menyediakan prasarana dan sarana pengolah limbah. Mengabaikan apalagi membuang atau memasukan pada sumber air yang mengalir atau tidak, dapat dikenakan pembebanan biaya paksaan penegakan hukum sebesar Rp. 50 juta. Ini lebih ringan dari ketentuan Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pelaku perusakan lingkungan hidup, diancam pidana 1 tahun penjara dan denda minimal Rp. 1 milyar.
Dengan di adakanya kegiatan ini di harapkan kepada masyarakat agar sadar akan lingkungan sekitar dan khususnya untuk perusahaan dan industri yang menghasilkan limbah harus memperhatikan pengelolaan limbahnya dan pembuangan limbahnya.


Kepala & Sekretaris Dinkes Kab.Serang

kepala&sekretaris

Link Terkait

Twitter Kemenkes

loader

Peta