Kemitraan Dukun Bayi dengan Bidan di Kecamatan Bandung Kab Serang

kemitraan dukun 2Bandung, 17 Oktober 2018 Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya dapat terwujud. Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berdasarkan perikemanusiaan, pemberdayaan dan kemandirian, adil dan merata, serta manfaat dengan perhatian khusus pada penduduk rentan, anataralain ibu, bayi, anak, manusia usia lanjut (manula) dan keluarga miskin.
Perhatian terhadap kesehatan ibu dan bayi adalah dengan melaksanakan upaya pencepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Salah satu program untuk penurunan AKI dan AKB tersebut adalah program kemitraan bidan dan dukun bayi. Mengingat jumlah dukun bayi yang masih banyak dengan perannya di masyarakat dalam perawatan ibu dan bayi baru lahir masih tinggi perlu dilaksanakan kerjasama yang jelas dalam kemitraan untuk menjamin akses masyarakat ke pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir berkualitas, terutama pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang terampil.

Keberhasilan pembangunan kesehatan di Indonesia masih belum memuaskan. Terbukti masih tinggi Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Kematian dan kesakitan ibu hamil, ibu bersalin, nifas, dan bayi baru lahir masih merupakan masalah besar negara berkembang termasuk Indonesia. Salah satu factor sangat mempengaruhi terjadinya kematian ibu maupun bayi adalah factor pelayanan yang sangat di pengaruhi oleh kemampuan dan keterampilan tenaga kesehatan sebagai penolong pertama pada persalinan, disamping itu masih tingginya persalinan di rumah dan masalah terkait budaya dan perilaku dan tanda-tanda bahaya pada neonatal yang terhambat dikenali juga merupakan penyebab kematian bayi baru lahir. Sampai saat ini masih banyak pertolongan persalinan oleh dukun yang masih menggunakan cara-cara tradisional sehingga banyak membahayakan keselamatan ibu dan bayi baru lahir. Keberadaan dukun di daerah sebagai orang kepercayaan dalam menolong persalinan, sosok yang dihormati dan di anggap berpengalaman. Sehingga perlu di lakukan suatu kegiatan dapat membuat kerjasama yang saling menguntungkan antara bidan dengan dukun dengan harapan pertolongan persalinan akan berpindah dari dukun ke bidan. Dengan demikian kematian ibu dan bayi diharapkan dapat diturunkan dengan mengurangi resiko yang mungkin terjadi bila persalinan tidak ditolong oleh tenaga kesehatan yang kompoten dengan menggunakan pola kemitraan bidan dengan dukun.

Di Indonesia Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih tinggi. Berdasarkan Hasil Survei Data Kesehatan Indonesia tahun 2012 Angka Kematian Ibu menunjukan angka 359/100.000 kelahiran hidup, dalam hal ini mengalami peningkatkan dari Hasil Survey Kesehatan Indonesia tahun 2007. Begitu juga di provinsi banten, angka kematian ibu masih tinggi dan menduduki urutan ke 5 nasional. UPT Puskesmas Kecamatan Bandung merupakan salah satu puskesmas di kabupaten serang yang masih ada kasus kematian Ibu dan Bayi. Maka dengan itu UPT Puskesmas Kecamatan Bandung perlu dilakukan suatu kegiatan yang dapat membuat kerjasama yang saling menguntungkan antara bidan dengan dukun yaitu dengan kegiatan kemitraan bidan dengan dukun

  1. Umum : Meningkatkan akses ibu dan bayi terhadap pelayanan kesehatan berkualitas.
  2. Khusus : a. Meningkatkan pelayanan antenatal, persalinan, pelayanan nifas, b. Meningkatnya rujukan oleh dukun ke tenaga kesehatan yang kompeten, c. Terjadinya alih peran dukun dari penolong persalinan menjadi mitra bidan dalam merawat ibu nifas dan bayinya, d. Meningkatkan peran dukun sebagai kader kesehatan ibu dan bayi baru lahir.Cara Melaksanakan Kegiatan Di dalam melaksanakan seluruh kegiatan program, penanggungjawab dan pelaksana mengacu pada tata nilai puskesmas dan budaya kerja UPT Puskesmas Kecamatan Bandung. Adapun tata niali atau budaya kerja UPT Puskesmas Kecamatan Bandung adalah “ BERTADARUS “ Bersih, Tertib, Aman, Damai, Ramah, Sehat

kemitraan dukun 1

Cara melaksanakan kegiatan dengan cara pertemuan, sosialisasi, pembinaan

Peran lintas program dan lintas sektoral
1) Tim Puskesmas
a) Melakukan asesmen kemitran bidan dukun
b) Memfasilitasi bidan di desa dalam pelaksanaan kemitraan bidan dan dukun
c) Membina dukun yang ada diwilayah setempat
d) Melaksanakan kegiatan program kemitraan bidan dan dukuh
e) Monitoring dan evaluasi kegiatan program kemitraan bidan dan dukun
f) Membuat rencana tindak lanjut hasil evaluasi
g) Melaporkan kepada kepala dinas
2) Kepala Desa
a) Memberikan dukungan kebijakan/peraturan desa
b) Mengkoordinasikan penggerakan masyarakat
3) Kader Kesehatan
a) Berperan aktif dalam mendukung kegiatan kemitraan bidan dengan dukun
b) Penggerakan peran serta masyarakat dalam kegiatan kemitraan bidan dengan dukun
4) Tokoh Masyarakat/Tokoh Agama
a) Berperan aktif dalam mendukung kegiatan kemitraan bidan dengan dukun
b) Penggerakan peran serta masyarakat dalm kegiatan kemitraan bidan dengan dukun