Agenda Acara

No events found
 
 

Sosialisasi Sistem Informasi Posyandu (SIP) dan PHBS Bekerjasama dengan PKK dan DKBP3A Kecamatan Bandung Kabupaten Serang

Sosialisasi Sistem Informasi Posyandu SIP 1Bandung, 14 November 2018 - Posyandu saat ini memiliki peran yang berarti untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Peran Posyandu ini dibarengi dengan peran serta masyarakat yang semakin tampak setelah muncul Posyandu sebagai salah satu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat. Selain itu, kegiatan Posyandu selama ini berjalan lancar juga karena adanya buku Sistem Informasi Posyandu (SIP) sebagai pedoman pelaksanaan. Akan tetapi karena pencatatan yang masih dilakukan secara manual mengakibatkan kader merasa kesulitan dalam memonitoring seluruh peserta. Penulisan ini memaparkan sebuah kegiatan yang dapat membantu dan mempermudah kader dalam pencatatan kegiatan Posyandu khususnya kesehatan ibu dan anak. Alur dari kegiatan ini diadopsi dari alur kegiatan yang ada di

Posyandu, dimulai pada saat ibu datang ke Posyandu dan mendaftar sebagai ibu hamil, kemudian anak lahir dan didata oleh kader yang selanjutnya anak melakukan penimbangan setiap bulan sampai usia lima tahun. Data penimbangan anak yang dimasukkan ke dalam register meliputi data penimbangan berat dan tinggi badan, vitamin A, imunisasi, dan keluhan kesehatan. Selanjutnya adalah pendataan ibu yang akan mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Berkaitan dengan hal tersebut, kegiatan ini menyediakan form masukan yaitu data identitas ibu dan metode KB yang akan digunakan.

Sosialisasi Sistem Informasi Posyandu SIP 2Kegiatan Posyandu dijalankan oleh anggota masyarakat yang dipilih secara swadaya, dimana anggota yang terpilih nantinya akan dilatih menjadi seorang kader kesehatan di bawah bantuan Puskesmas setempat. Hal ini merupakan wujud peran masyarakat dalam pembangunan kesehatan. Sejalan juga dengan pernyataan bahwa Posyandu sebagai salah satu fasilitas kesehatan yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat (Depkes, 2007). Berbicara mengenai fasilitas kesehatan atau sarana prasarana yang ada di Posyandu, menimbulkan asumsi bahwa hal tersebut sangat menunjang keberhasilan dan kelancaran pelaksanaan Posyandu. Selain itu, kesehatan menjadi satu hal setelah kebutuhan pokok lain yang perlu diperhatikan. Dimana sebagai perwujudan dari kewajiban dan tanggung jawab tiap-tiap individu dalam pemeliharaan dan perlindungan kesehatan. Semua orang harus mempunyai kemampuan untuk memelihara dan melindungi kesehatan mereka sendiri (Notoatmodjo, 2010). Karena terdapat anggapan bahwa manusia yang sehat pasti akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang normal dan wajar. Sehat tidak selalu berkaitan dengan fisik tetapi meliputi mental dan sosial (WHO, 2007). Berbicara tentang hal lain yang tentunya masih sejalan, secara umum Posyandu memiliki lima program yaitu Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), gizi, imunisasi serta penanggulangan diare (Mubarak dan Chayatin, 2009). Perhatian terhadap KIA salah satunya melalui pelayanan kesehatan yang berbasis Posyandu yaitu pelayanan kesehatan ibu pada kehamilan dan persalinan, ibu menyusui, serta kesehatan reproduksi. Selain itu, kesehatan anak menjadi satu hal lain setelah kesehatan ibu yang juga perlu diperhatikan. Anak yang sehat akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang normal dan wajar yaitu sesuai standar pertumbuhan fisik dan kemampuan anak pada umumnya (Santoso dan Lies, 2009). Mengenai KIA menjadi fokus utama penulis dalam penulisan ini. Lebih lanjut, penelitian yang dilakukan oleh penulis mengacu pada buku SIP. Buku tersebut mencatat 8 data kesehatan sebagai berikut: (1) dataregister penimbangan balita, (2) formulir Penentuan Status Gizi (PSG), (3) laporan posyandu, (4) data KB, (5) data ibu hamil, (6) bayi lahir beserta status imunisasi, (7) pendataan Pasangan Usia Subur (PUS), serta (8) formulir rujukan posyandu (Depkes, 2014).

Sarana yang tidak mencukupi tentu akan menjadi faktor penghambat dalam kelancaran kegiatan Posyandu. Begitu pula sebaliknya, apabila sarana terpenuhi maka akan menjadi daya tarik untuk menarik minat masyarakat sekitar yang khususnya memiliki balita untuk berkunjung ke Posyandu (Ketua PKK Kecamatan Bandung, “Ibu Prelly Mutiara”). Diharpkan dengan kegiatan ini dapat memotifasi para kader kesehatan dan PKK dalam melaksanakan kegaiatn posyandu di kecamatan bandung dengan system lima meja.

 

 


Kepala & Sekretaris Dinkes Kab.Serang

kepala&sekretaris

Link Terkait

Twitter Kemenkes

loader

Peta