Kegiatan penyuluhan dan bebas TBC di SMA Yapisa Kecamatan Kopo tahun 2019

Penyuluhan TBC di Sekolah 1Sebagian orang kurang peduli dengan gejala yang dialaminya dengan membiarkan batuk yang lebih dari tiga minggu dan tidak menganggap hal tersebut sebagai penyakit yang serius, sehingga tidak segera mencari upaya pengobatan. Dalam hal ini biasanya mereka hanya dengan meminum obat yang dibeli di warung, dan jika tidak sembuh dan cukup parah barulah mereka akan mencari pengobatan ke pelayanan kesehatan atau pengobat tradisional.

TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Kuman tersebut dapat menyerang bagian bagian tubuh kita seperti paru – paru, tulang sendi, usus, kelenjar limfe, selaput otak, dan lain – lain.TBC bukan penyakit keturunan, bukan penyakit kutukan atau guna – guna. TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat , bila tidak dapat menyebabkan kematian. Gejala Pokok orang yang terjangkit TBC yaitu batuk berdahak selama 3 minggu atau lebih, sedangkan gejala tambahan orang yang terjangkit TBC umumnya seperti : demam dan meriang sebulan atau lebih, nyeri dada dan sesak napas, nafsu makan dan berat badan menurun, dahak bercampur darah. keluar keringat di malam hari tanpa ada kegiatan, badan Lemah , kurang bergairah.
Kuman TBC disebarkan oleh penderita TBC yang belum berobat, yang batuk dan bersin tanpa menutup mulutnya kemudian masuk kedalam paru – paru manusia melalui saluran pernapasan. Mycobacterium tuberculosis juga dapat masuk dalam tubuh melalui saluran pencernaan dan luka terbuka pada kulit ( lebih jarang ). TBC dapat menyerang siapa saja ( laki laki , perempuan , tua , muda , miskin maupun kaya). Terutama mereka yang tinggal didalam rumah gelap , lembab , dan ventilasi udara yang tidak baik.
Mengingat bahaya dari penyakit TBC maka perlu diadakan penyluhan mengenai TBC, Penyuluhan dilakukan di SMA yapisa desa Babakan Jaya Kecamatan Kopo, Serang, Banten. Kegiatan penyuluhan dilakukan pada hari selasa tanggal 30 April 2019 oleh petugas promkes dan pemegang program TBC yang berasal dari dinas kesehatan puskesmas Kopo. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan agar para siswa-siswi mngetahui bahaya dari penyakit TBC dan cara pencegahan agar terhindar dari penyakit TBC itu sendiri. Pencegahan TBC dapat dilakukan dengan cara : Tutup mulut saat batuk dan bersin, tidak buang dahak sembarang tempat, hindari kontak dengan penderita, vaksinasi dengan BCG semasa bayi, makanan bergizi, memberikan info TBC kepada teman-teman, membiasakan pola hidup sehat. Selain memberikan penyuluhan mengenai TBC, petugas promkes dan pemegang program TBC juga memeriksa dan melakukan penjaringan untuk siswa-siswi yang terkena gejala dari penyakit TBC.

Penyuluhan TBC di Sekolah 2

Penyuluhan TBC di Sekolah 3