Agenda Acara

No events found
 
 

Hasil Analisis Data Pengukuran Stunting Tingkat Desa dalam Kabupaten Serang Tahun 2021

 Hasil Analisis Data Pengukuran Stunting Tingkat Desa dalam Kabupaten Serang Tahun 2021.JPG

Berdasarkan data EPPGBM, kondisi stunting di Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang secara keseluruhan pada tahun 2021 mengalami penurunan prevalensi stunting dari tahun 2020 sebesar 2,54%, dimana pada tahun 2020 prevalensi stunting Kecamatan Cinangka adalah 8,71% dan pada tahun 2021 prevalensi stuntingnya menjadi 6,17%. Jika dibandingkan dengan target menurut WHO (20%), RPJMN (14%) dan RPJMD (21,1%) prevalensi stunting di Kecamatan Cinangka tahun 2021 telah memenuhi target-target tersebut. Terdapat 12 desa yang prevalensi stuntingnya mengalami penurunan dari tahun 2020 yakni Desa Umbul Tanjui, Bantarwangi, Bantarwaru, Bulakan, Karang Suraga, Cinangka, Kubang Baros, Rancasanggal, Cikolelet, Sindanglaya, Kamasan, dan Baros Jaya. Namun terdapat 2 (dua) desa di Kecamatan Cinangka yang prevalensi stuntingnya meningkat dari tahun 2020 ke tahun 2021, yakni Desa Pasauran naik sebesar 8,45%, dan Desa Mekarsari naik sebesar 6,82%.  Sedangkan untuk Desa Lokus Stunting di Kecamatan Cinangka tahun 2021 yaitu Desa Kubang Baros terjadi penurunan prevalensi stunting sebesar 17,79%, dimana pada tahun 2020 prevalensi stuntingnya adalah 23,24% menjadi 5,45% pada tahun 2021.

Indikator cakupan program terkait stunting yang perlu mendapatkan perhatian adalah kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil terutama ibu hamil memeriksakan kesehatannya minimal 4 kali (K4) dan cakupan ibu hamil mendapatkan TTD sebanyak 90 tablet (57,83%), ibu hamil KEK (8,13%), bayi 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI Eksklusif (41,42%), cakupan remaja putri mendapatkan TTD (6,46%), balita 6-59 bulan mendapatkan Vitamin A, cakupan imunisasi dasar lengkap, balita dengan penyakit penyerta (Tuberkulosis), sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat masih perlu ditingkatkan.

 


Kepala Dinkes Kab.Serang

        FOTO SEKDIS

Link Terkait

 
 
loader

Peta