Bintek Program Rumah Tunggu Kelahiran dan Jampersal Tahun Anggaran 2016

Salah satu upaya pemerintah pusat dalam penurunan AKI & AKB adalah kebijakan tentang RTK (Rumah Tunggu Kelahiran). RTK (Rumah Tunggu Kelahiran) adalah suatu bentuk UKBM (Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat) berupa tempat (rumah/bangunan tersendiri) yang dapat digunakan untuk tempat tinggal sementara bagi ibu hamil yang akan melahirkan hingga nifas, termasuk bayi yang dilahirkannya serta pendampingnya (suami/keluarga/kader kesehatan).

Rumah Tunggu Kelahiran bertujuan untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir sehingga terjadi peningkatan jumlah persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan serta menurunkan kasus komplikasi pada ibu hamil bersalin dan nifas serta bayi baru lahir sehingga diharapkan bisa berdampak terhadap penurunan AKI dan AKB. Kementerian

Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 82 Tahun 2015 tentang Juknis Penggunaan DAK bidang kesehatan, serta sarana dan prasarana penunjang subbidang sarpras tahun anggaran 2016. Biaya operasional Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) ini termasuk dalam kegiatan Jampersal (Jaminan Persalinan) yang meliputi biaya sewa Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) selama 1 tahun dan belanja langganan daya (biaya listrik, air, dll). dr. Hj. Istianah Hariyanti kasie Kesehatan Ibu dan Bayi Dinas Kesehatan Kabupaten Serang dalam Bintek Program RTK dan Jampersal 26 September 2016 di Aula Dinas kesehatan menjelaskan bahwa jenis Rumah Tunggu Kelahiran di Kabupaten Serang adalah Rumah Tunggu dekat puskesmas dan rumah sakit, adapun bentuk Rumah Tunggu Kelahiran adalah RTK dengan pelayanan perawatan kesehatan ibu dan bayi. Pada tahun ini Kabupaten Serang menyediakan 12 lokasi Rumah Tunggu Kelahiran sesuai dengan SK Bupati Serang Nomor: 045.4/kep.447-Huk.Org/2016 tentang Penetapan Rumah Tunggu Kelahiran yaitu: Kecamatan Anyer, untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Anyer, Cinangka dan Mancak Kecamatan Kramatwatu, untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Kramatwatu, Waringin Kurung dan Gunung Sari Kecamatan Bojonegara, untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Bojonegara dan Pulo Ampel Kecamatan Ciomas, untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Ciomas, Pabuaran dan Padarincang Kecamatan Pontang, untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Pontang, Tanara dan Tirtayasa Kecamatan Petir, untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Petir, Tunjung Teja dan Cikeusal Kecamatan Pamarayan, untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Pamarayan dan Bandung Kecamatan Carenang, untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Carenang dan Binuang Kecamatan Kragilan, untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Kragilan dan Kibin Kecamatan Cikande, untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Cikande, Jawilan dan Kopo Kecamatan Ciruas, untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Ciruas dan Lebak Wangi Kecamatan Kota Serang, untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Baros dan rujukan dari semua puskesmas di Kabupaten Serang Beliau juga menjelaskan bahwa 11 lokasi rumah tunggu dekat dengan Puskesmas Poned dan 1 buah rumah tunggu dekat rumah sakit dengan jarak tempuh maksimal 5 menit dari RTK ke Puskesmas/RS. Hal ini disesuaikan dengan tujuan awal diadakannya rumah tunggu kelahiran yaitu untuk mendekatkan akses dan mencegah keterlambatan penanganan komplikasi ibu hamil, ibu bersalin, nifas dan bayi baru lahir terutama di daerah sulit akses ke fasilitas kesehatan melalui penyediaan RTK (Rumah Tunggu Kelahiran). Pada akhir pertemuan dihasilkan dokumen-dokumen yang akan dipergunakan sebagai acuan dalam operasional pelaksanaan Rumah Tunggu Kelahiran antara lain: SK Tim Pengelola Rumah Tunggu Kelahiran yang ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Alur dan SOP Rumah Tunggu Kelahiran yang terdiri dari: Alur dan SOP pengelolaan RTK Alur dan SOP pelayanan RTK Alur dan SOP rujukan dari desa ke RTK Alur dan SOP rujukan dari RTK ke puskesmas atau rumah sakit.